Wednesday, December 28, 2011

Emosi Membawa Petaka


Selain sebagai mahluk yang diciptakan paling sempurna diantara mahluk Tuhan lainnya, manusia juga tempatnya salah, khilaf, dan dosa. Terkadang kemampuan dan kesempurnaan mereka disalahgunakan hingga menyakiti banyak orang bahkan menjatuhkan korban jiwa. 

Akhir tahun 2011 ini nampaknya ditutup dengan cerita bentrok dan pertikaian antar manusia itu sendiri. Semakin banyak berita kekacauan di negeri pertiwi ini yang ditayangkan di televisi. Saling mengadu kekuatan dengan saudara sendiri. Selalu ada istilah untuk negeri ini, Indonesia menangis, Indonesia berduka, hingga Indonesia berdarah. Tak sayangkah kita dengan pengorbanan para pahlawan kita yang meraih kemerdekaan negeri ini dengan susah payah, darah, dan nanah…?? Tapi kenapa malah bertikai dalam negeri sendiri…?? 

Haruskah ini berlanjut hingga ke generasi mendatang…?? Tak sadarkah bahwa kita masih mempunyai anak-cucu yang harus dilindungi dan diperhatian masa depannya..?? kita punya pemimpin, kita punya akal, kita punya perasaan, tapi tak ada seorangpun yang menggunakannya. Terbayangkan saat ini setan-setan itu sedang menari-nari dan menertawakan kita. Menertawakan kita yang tak mampu mengontrol emosi dan amarah kita.

Hingar-bingar yang selalu terjadi sejak jaman nenek moyang kita tak terhenti hingga abad ke-20, saat ini. Apakah pemicu kekacauan itu…?? Apakah titik persoalan yang mengakibatkan kita harus mengorbankan harta bahkan jiwa…?? Tak adakah musyawarah untuk mengetahui pokok permasalahannya…??
Semboyan negeri, Bhineka Tunggal Ika tak lagi dihiraukan saat ini. Haruskah kita terpuruk dalam keadaan seperti ini tanpa adanya kemufakatan…?? Haruskah kita biarkan anak-cucu kita menanggung akibat dari keihklafan kita..?? haruskah kita biarkan lahirnya generasi penerus yang penuh dengan murka…??? Haruskah kita biarkan isrti dan anak kita hidup dengan ketakutan yang tak terlihat solusinya…???

Sebagai orang yang tak pernah merasakan apa yang dirasakan para kubu yang bertikai saat ini, aku memang tak pantas untuk mengajukan pendapat damai dan musyawarah seperti ini. Sangat ku sadari aku memang tak pernah merasakan betapa takutnya, khawatirnya, bencinya, marahnya, dan sakit hatinya, orang-orang yang tengah bertikai. tapi apa salahnya jika kita memilih jalan musyawarah, biar semua persoalan terjawab. 

Kita adalah mahluk Tuhan paling sempurna dimuka bumi ini. Kita punya akal yang sangat penting untuk dimanfaatkan dalam situasi seperti ini. Kekuatan kita bukanlah apa-apa dibandingkan dengan kekuatan-Nya Yang Maha Segalanya. Kita saling memerangi, memerangi saudara sendiri. Sungguh sudah sangat tua dunia yang kita huni sekarang, hingga tak ada orang lagi yang mengontrol emosinya dengan baik.

Melihat saudara dan adik-adikku yang menjadi korban pertikaian, aku benci mereka, mereka yang telah menyakiti saudara dan adik-adikku. Mereka yang telah merampas kenyamanan hidup saudara-saudaraku, mereka yang telah dengan tega dan tak berperasaan membakar habis rumah-rumah saudaraku. Ingin rasanya kumaki orang-orang yang tak berperasaan itu. Tapi apakah saat ini, itu penting…?? Apakah dengan menambah jumlah orang yang membenci dan marah tehadap orang-orang yang dipandang jahat itu, semua persoalan terselesaikan..??? itu hanya akan menambah keangkuhan dalam hati ini tanpa memberikan manfaat apapun terhadap apa yang tengah terjadi. Tak ada yang bisa dilakukan selain memohon pertolongan dari-NYA. Hanya DIA yang tau kapan ini akan berakhir.

Entah apa rencana Tuhan dibalik musibah yang tengah menimpa. Tapi Insya Allah, semua kan ada hikmahnya. Hanyalah dengan do’a aku bisa menunjukan rasa simpati dan sayangku terhadap saudara-saudaraku yang tengah berjuang memperoleh keadilan.

Lindungi kami, ya Allah. Hanya kepada-Mu kami memohon karena hanya Engkaulah yang satu-satunya Dzat yang dapat menolong dan melindungi kami. Jangan biarkan setan-setan itu terus tertawa dan menari-nari diatas semua ini. Jangan biarkan setan-setan itu menghasut dan merusak kehidupan kami.
Amiiiiieeenn…..


**DamaiLah Negeri Tercintaku**


Saturday, December 17, 2011

Rahasia dibalik Huruf R dan Angka 27




Huruf “R” merupakan huruf favoritku sepanjang masa. Bagiku huruf ini berbeda dengan huruf lainnya yang ada dalam alfabet. Aku merasa sangat menyukai huruf ini bukan serta merta langsung suka dan bukan hanya sekedar suka.  Huruf ini menjadi benda gantungan handphoneku dan pernah kujadikan kursor laptopku selama beberapa bulan. Tak ada yang tau kenapa aku begitu menyukai huruf ini. Tentunya aku punya alasan kenapa aku menyukai huruf ini. 


Angka 27 juga merupakan angka favoritku. Angka 27 ada dalam password hostpotan kampus dan beberapa akun jejaring sosial yang kupunya. Angka ini bukan angka yang biasa. Aku beberapa kali ketemu dengan angka ini secara kebetulan. No Mahasiswaku berakhir dengan angka 227, dan pernah mendapat no antrian 227 di salah satu Bank yang ada di Jogja. Tapi ketertarikanku dengan angka tersebut bukan karena itu. Aku telah tertarik dengan angka tersebut jauh sebelum aku bertemu dengan kejadian diatas. 


Angka “27” maupun huruf “R” kuncinya ada pada seseorang. Hanya satu orang saja. Dia yang pernah ada dan memberikan banyak hal selama hidupku. Sampai pada detik ini, aku masih ingat jelas kata-kata terakhirnya padaku (*tapi gk perlu dibahas disini, malu ma tetangga).
Sebagian orang ada yang merasa penasaran dengan kedua hal diatas. Ada yang bartanya, apa sih artinya angka 27 & hruf R itu..??
Baiklah, mari kita kupas cerita itu…

Sebenarnya, angka 27 itu adalah tanggal lahir seseorang yang kusebutkan sebelumnya. Angka itu ku tetapkan sebagai angka favoritku sejak 2 tahun setelah aku pertama kali mengenal dia, kurang lebih 6 tahun yang lalu. Aku pertama kali mengenal dia pada tahun 2003. Dan angka ini kujadikan angka keramat (*bukan keramat yang serem2 itu), sejak tahun 2005. Dia lahir tanggal 27 dan bulan 7. Ternyata setelah kuliah, aku mendapat no mahasiswa yang berakhir (*baca: ujungnya) 227. Itu menandakan bahwa aku adalah pendaftar ke 227 untuk prodi yang ku tempuh. Dan dengan sangat kebetulan, aku mendapat no antrian 227 di salah satu Bank di Jogja. Entahlah, harus ku apakan angka-angka itu. 

Tak jauh berbeda dengan nasib huruf “R” yang merupakan inisial namanya (*seseorang diatas). Mereka berasal dari sumber yang sama. Selain itu, aku pernah punya 3 orang teman dekat yang berinisial sama (*selain seseorang diatas). Huruf “R” mengawali nama mereka bertiga, nama yang dibanggakan didepan kawan-kawannya yang lain. 

Sekarang “R” yang asli tak tau dimana rimbanya. Dia menghilang bagaikan ditelan Dinosurus (*udah gk jaman ditelan bumi). Sedangkan “R” yang kedua, ketiga dan keempat (*R yang palsu) tak perlu dibahas dalam sesi ini (*punya porsi masing-masing). 

Naaaahh,,, sekarang udah pada tau kan..? kenapa aku selalu suka angka “27” dan huruf “R”. itu semua ya karena seseorang itu.
Oh iya, hanya orang-orang tertentu yang bisa menebak siapakah seseorang itu sebenarnya. Bagi yang gk bisa nebak, gak usak trlalu dipikirin, walaupun kalian berusaha menebak sampai benar pun gak ada hadiahnya, jadi santai saja… 

Ini ceritaku,, apa ceritamu…????


*Selamat Berkreasi*

Saturday, November 26, 2011

**a LittLe thing caLLed 'LOVE'


Love,, Cinta.. semua orang tentu pernah jatuh cinta. semua orang tentu pernah merasakan cinta. yang gk pernah ngerasain cinta, silahkan angkat kakinya, ups salah. angkat tangan, maksudnya. Cinta tak pernah lepas dari kata-kata bahagia, sakit hati, kecewa, menangis, pengorbanan, dan lainnya. Semuanya merupakan hal pahit & manis dalam menjalin hubungan. Resiko, pokokmen itulah namanya. Life without take a risk is unlife. begitulah kata salah satu temen kuliahku. "Semua kan ada hikmahnya" **pinjem lirik lagu.


Hidup adalah pendakian, namun pemandangannya indah *(dkutip dari film Hannah Montana).
**naymbung gk nyambung, nyooh ada benang,, sambungin ndiri aja yah. eehheehhee....


Ini bukan meyerah, ini bukan putus asa,, ini hanyalah berserah diri kepada-NYA. tak ada yang tau apa yang kan terjadi 1 jam, 1 hari, 1 bulan dan 1 tahun kemudian. Semua berjalan sesuai dengan apa yang direncanakan-NYA. Jodoh Tak Kan Kemana. Kau, yang mengajariku segalanya dengan cara yang tak diketahui oleh siapapun, dengan cara yang tak pernah kuduga. 


Kubiarkan kau berjalan hingga jauh, ke arah manapun yang ingin kau tuju. Berilah jejak pada setiap langkahmu agar kau tak nyasar jika ingin pulang.

                  **dedicate for someone 
who was taught me everything.
you'll always life in my heart_ 




Thursday, November 24, 2011

** Lelaki yg Hebat itu Dia, AYAH



  



Sahabat itu ayah, dia berani bertanggung jawab atas kesalahan kita. Cinta ayah itu selalu ada, sperti matahari saat mnyambut pagi. Ayah adalah matahari, memberikan cahaya kepada bulan, untuk menerangi malamku . Ayah selalu berpesan, jadilah orang yang jujur; agar pribadi selalu kokoh akan kebaikan. Jujur adalah kunci dalam bekerja. Begitu kata ayah. Ayah adalah orang pertama yang mengkerutkan kening ketika mndengar pinta kita, dan psti Ia berusaha untuk memenuhinya. Bahkan ketegaran ayah dalam menuai bahtera hidup, melebhi tegarnya batu karang, apa saja pasti dia lakukan demi kita. Saat kita mempunyai 1000 alasan ke ayah untuk merantau menuntut ilmu, ayah hanya punya 1 jawaban, "Tanyakan ke Ibumu"
Ayah, q rindu. Rindu dengan wajahmu yg bgitu gagah dalam menantang kehidupan kami dan keluarga kita. Ayah, aku tahu; besar harapanmu terhadapku. Maafkanlah aku, jika tak bisa mewujudkan mimpi yang engkau inginkan. Terimakasih Ayah telah engkau ajarkan aku menjadi seorang yang siap jalani kerasnya hidup tanpa melupakan kelembutan hati. TerimakasihAyah telah engkau ajarkan aku bagaimana menjadi pribadi yg kuat tanpa melupakan tiap orang punya kelemahan. 
 
Terkadang dalam bersedih, ayah lebih banyak memilih untuk berdiam. Karena dia memang tak mampu untuk menangis. Walau masakannya tak sesuai harapan, dengan wajah harapnya, tetap kami bilang, masakan ini begitu lezatnya ayah. Saat didapur, ayah sendiri yang mengerti bagaimana cara menyelesaikan masakan, walau hasilnya tak terlalu mengecewakan ˆˆ. Saat didapur, Ayah memasak seperti penjelajahan ilmiah. Dia punya rumus dan cara racikan sendiri dalam bumbu masakan ˆˆ. 
 
 
Harapan orangtua sangtlah sederhana, hanya ingin kita slalu lebih dari mereka. Ayah selalu ingin pendidikan anak-anaknya lebih tinggi daripada ayah. Saat orangtua menasihati engkau, bukan berarti mereka benar, tetapi itu salah satu bukti bahwa mereka selalu peduli. Ayah itu, seseorang yang sederhana. Hormatilah dia dengan kebaikan.
Cintamu Ayah, sudah cukup menjadikanku sempurna. Mencintaimu Ayah, adalah pelajaran terbaik untuk belajar memahami, dan mengenal kerasnya hidup melalui kelembutan cinta. Cintanya orangtua tak dapat digambarkan seperti apapun. Cinta Ayah, bagiku; sudah sangat lebih dari cukup. Cintanya bermula tanpa awal, dan tak berakhir. Cinta itu dapat membuat tertawa dan menangis. Pedulilah atas-cinta-orangtuamu, sebelum semuanya pergi. Cinta itu sederhana, seperti halnya Ayah yang tanpa lelah mengais rejeki, demi nasi untuk dinikmati oleh kita. Cinta Ayah itu memang tak akan terlihat dari auranya. Dia hanya memikirkan bagaimana mencari uang untuk sekolah kita. Kami ingin menjadi doa untukmu selalu Ayah; atas peluhmu yang tiada henti mencari nasi kesana kemari demi kami.
 
Cintailah cinta mereka
Sayangilah sayang mereka
Sebagai tanda ketulusan
Yang diinginkan mereka
Tertawalah lepas dengannya
Menyanyilah indah dengannya
Kita sama sama-sama yang tercantik dan sempurna
Kau yang terbaik

Berdiri tegak hadapi
Semua cobaan yang diberikannya
Kamulah pelangi kalbu
Dalam hati sempurna yang sesungguhnya
**Cintailah Mereka_GIGI
Sebelum engkau mengeluh kekurangan orangtuamu, sadarilah banyak orang yang rindu pada orangtuanya di surga. Buktikan jika memang mencintai orangtua kita, dengan menghargai jerih payah, dan mendoakan kebaikan bagi mereka. Karena cinta, peluklah ayahmu selagi sempat. Selagi masih melihatnya, selalgi masih mndengar nasehatnya. Tak perduli dimanapun engkau berada, keluarga tetap selalu mendoakanmu untuk kebaikan agar dijauhkan dari keburukan. 
 
Ya allah lindungilah ayah dalam mencari rejeki demi kami. Ya Allah, disisa umur mereka, jauhilah penyakit dari tubuh orangtuaku. Ya allah semoga ayahku sehat2 selalu. Ya allah jagalah selalu ayahku. Terimakasih wahai Ayah dan engkau Ibu, atas kekurangan kami kalian jadikan itu menjadi sebuah kelebihan
TERIMAKASIH AYAH


Saturday, November 19, 2011

*Mama Jantong Hati_



By: Leopold


Mama Jantong hati
Beta masi rindu,
Rindu mama pung senyum,
Pung su mangapa mama e,
Mama su manangis tumpa aer mata bagitu

Mama bilang dolo, mama bilang dolo

Jang sampe katong susah

Mama beta sadar, beta masi biking mama pung hati luka e,

Sioh sampe2 sakarang, beta masi biking air mata mama tumpa e,
Mama beta salah, salah banya mama, sampe mama su kurus e...

Mama jang mara, beta lai...

Beta minta ampon mama e...
Yang dari dolo beta su biking mama manangis..

Mama...mama jang mara,

Beta disini seng bisa makan...
Liat aer mata (beta minta ampon mama),
Akang babasa di mama pung badang..
Mama...beta disini su liat akang,
Seng bisa tahan, (biar hidup kurang-kurang e)
Biar hidup sampe sakarang,
Mama, biar tampa garam makan kasiang,(biar tampa garam kasiang e)
Biar deng kurang, seng akang ilang mama pung sayang...

Mama jang mara beta lai..



**This song is for all Mothers in the world
your love is like tears from the star 
mama,, Loving U is like food to my soul

Thursday, November 17, 2011

**LiRik-Lirik Lagu Untuk Ibu__


*Do’a Untuk Ibu-Ungu__
kau memberikanku hidup
kau memberikanku kasih sayang
tulusnya cintamu, putihnya kasihmu
takkan pernah terbalaskan
*courtesy of LirikLaguIndonesia.net
hangat dalam dekapanmu
memberikan aku kedamaian
eratnya pelukmu, nikmatnya belaimu
takkan pernah terlupakan

reff:
oh ibu terima kasih
untuk kasih sayang yang tak pernah usai
tulus cintamu takkan mampu
untuk terbalaskan
oh ibu semoga tuhan
memberikan kedamaian dalam hidupmu
putih kasihmu kan abadi
dalam hidupku




*Ibu-Hadad Alwi Ft. Farhan__

Bersinar kau bagai cahaya
Yang selalu beri ku penerangan
Selembut citra kasihmu kan
Selalu ku rasa dalam suka dan duka


Bagaikan embun kesejukan hati ini
Dengan kasih sayangmu
Betapa kau sangat berarti
Dan bagiku kau takkan pernah terganti

Kaulah ibuku cinta kasihku
Terima kasihku takkan pernah terhenti
Kau bagai matahari yang selalu bersinar
Sinari hidupku dengan kehangatanmu
Kaulah ibuku cinta kasihku

Betapa kau sangat berarti
Dan bagiku kau takkan pernah terganti
Kaulah ibuku cinta kasihku
Terima kasihku takkan pernah terhenti
Kau bagai matahari yang selalu bersinar
Sinari hidupku dengan kehangatanmu
Kaulah ibuku cinta kasihku

Source: gudanglagu.com



*Lagu Acha Septriasa – Ibu (Ost. Menembus Impian)__

Saat kau terbaring
Dirimu masih tetap terlihat cantik
Di mataku seperti dulu
Berbagai macam cerita

Ku dengar lucu dan jenaka
Ada cinta yang mengalir dikatamu
Ada kasih yang tertulus dalam matamu
Harapmu ku dengar
 
Dari semua doa-doamu ooh ibu ibu
Begitu lama kita tak besama
Tapi bibirmu selalu mendoa
Begitu lama ku tak disampingmu
http://hotliriklagu.com
Walau ku tahu tak kau tinggalkanku
Walau sedetikpun tak ‘kan kau biarkan
Diriku menangis bersedih.. ooh ibu
Harapmu ku dengar
Walau ku tahu tak kau tinggalkanku
Walau sedetikpun tak ‘kan kau biarkan
Diriku menangis bersedih
Ooh ibu
Ibu
Source: hotliriklagu.com



*Airmata Ibu-Siti Nurhaliza__
Apakah sebenarnya
Terbuku dikalbumu
Apakah erti linang airmata di pipimu

Ucapkanlah padaku
Tak bisa kurungkainya
Rahsia yang kau pendam itu

Aku hanya menduga
Tidak mampu merasa
Sebenar-benar perasaanmu

Pengorbanan yang kau lakukan
Untuk dewasakan ku
Pengorbanan yang kau lakukan
Untuk dewasakanku
Hanya bisa ditangguing oleh hati ibu

Namun kupercaya
Takkan terlerai kasih
Ikatan ini takkan putus

Telah kau telan lara
Dan terima segala
Dugaan dan badai yang melanda...
Duhai ibu

 Source: http://ilirik.com





Sudahkah kau mau mengerti, [???],
tentang Allah dan KebenaranNya sentuhi ruang.
Kutak pernah bermaksud menyakitimu.
Tapi ini lah jalan hidupku yang kupilih tanpa paksaan.
Nurani yang memanggil jiwaku…

Dimana aku bersandung tentang dukamu.
Inilah laguku untukmu ibu.
Sekedar pengharapanku agar kau tahu.
Setulus kewajibanku sebagai seorang anak.
Membingkai kenangan kita.
Butiran-butiran kenangan perjalanan waktu.
Waktu yang selalu kuingat dalam sentuhan wejanganmu.
Diujung pintu rumah ku berlalu.
 Menahan pilu tentang kehilangan dirimu.
Tapi jalan hidup adalah nuansa.
Nuansa yang ingin kujawab dengan kebenaran yang sempurna.
Ber-antah logika yang harus kuterima,
logika dari fakta konsekuensi ujung hati yang ingin bicara, tentang fakta, tentang realita yang kutemukan bersama cinta empunya surga.
Basah kasih sayang dari keharuman Madinah,
disetiap pertarungan sisi hati yang ingin menyapa hidayah.
Hidayah dari sebuah permata.
Yang membakar batas peradaban dunia.

Sudahkah kau mau mengerti, [???],
tentang Allah dan KebenaranNya sentuhi ruang.
Kutak pernah bermaksud menyakitimu.
Tapi ini lah jalan hidupku yang kupilih tanpa paksaan.
Nurani yang memanggil jiwaku…

Salahkah aku bertanya tentang Trinitas,
atau tentang Tuhan yang kecewa terhadap pohon Ara,
atau legenda sang rasul pembohong di antiokia.
Lalu siapakah Lord dan pornografi incest dalam cerita Kejadian.
Dan nabi seperti apakah yang telanjang di depan budak perempuan para hambanya.
Seperti Apsalon yang menzinai gundik ayahnya,
di depan mata seluruh Israel.
Skematis rasis di pintu Samaria.
Dan perempuan Kana’an yang teraskan anjing pramuria.
Beri celah antara kerancuan dan kitab tercabul melebur zina.
Bagi Tuhan yang bahkan masih bisa tertidur dan menangis ketakutan.
Bacakanlah doktrin itu Ibu,
dogma tritunggal yang membohongi fakta.
Hingga misteri laki-laki yang bersinar dari pegunungan Paran.
Generasi cahaya robbani dari revolusi suku Edar.
Dan mimpi Yesaya atas kedatangan pasukan onta.
Maka aku bersaksi Ibu,
diatas ketulusan hati ini,
bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan nabi Muhammad itu utusan Allah.

Sudahkah kau mau mengerti, [???],
tentang Allah dan KebenaranNya sentuhi ruang.
Kutak pernah bermaksud menyakitimu.
Tapi ini lah jalan hidupku yang kupilih tanpa paksaan.
Nurani yang memanggil jiwaku…

Source: http://musiklib.org

Tuesday, November 15, 2011

**Tuhan Bersama Mahasiswa Semester 7__**



Akhir tahun 2011 tepatnya di bulan November, ku tempuh semester 7 dengan penuh sukacita. Ternyata tak semudah yang kubayangkan. Emang agak sedikit ringan karena ujian Mid semester tak banyak materi yang diujikan. Ada beberapa mata kuliah yang harus ditempuh disemester ini, 3 diantaranya adalah seminar on Linguistic, Literature dan Teaching. Rata-rata mata kuliah tersebut sama, sama-sama harus bikin paper atau pun proposal dan harus dipresentasikan.

Semester 7,, melelahkan sekali.Semakin banyak tugas yang harus diselesaikan, belum lagi harus mikirin judul skripsi biar ni kuliah cepet rampung. Bener-bener semester yang menguras tenaga **bukan menguras sambil harus nguras bak mandu juga**_. Mondar mandir ke perpustakaan dari pagi sampe sore buat nyari judul proposal ataupun rampungin proposal. Saat-saat yang sangat melelahkan dan mncapai puncak kebosanan. Apa yang kutulis ini saja kulakukan ditengah kesibukan menulis proposal dan memikirkan penulisan proposal untuk seminar selanjutnya. Tapi lumayalah, ada untungnya juga. Kami jadi sering ke perpustakaan dan meningkatkan frekuensi kunjungan ke perpustakaan **sok rajiin**_ Hehehe… 

Hal yang paling tidak kusukai dengan saat-saat seperti ini. Aku bukanlah orang yang punya semangat tinggi dalam menggapai sesuatu. Tapi aku selalu punya keinginan untuk menggapai sesuatu yang beda dari yang lainnya. Dalam hal merampungkan tugas, tingkat kemalasanku lebih tinggi daripada rajinku **intinya malez**_.  Saat-saat seperti inilah yang paling tak kusukai. Dikejar deadline, sementara aku tak bisa merubah sikap yang tak seharusnya ada. Membaca adalah hal yang paling menyenagkan buatku, tapi jika harus membaca tulisan yang penuh dengan bahasa orang asing itu, aku takkan mampu. Kucoba merampungkan segala tugas dengan sisa semangat yang ku punya. Tapi  hal yang tak bisa kuhindari jika berkunjung ke perpustakaan adalah membuka sebuah akun jejaring sosial yang lumayan menyita perhatinku. Sialaaaannnn… hanya itu yang selalu kubatinkan setiap waktu yang kupunya akan segera berakhir. Entahlah,, bagaimana bisa aku melakukan semua ini dalam keadaan sadarku. Ku sadari itu tak baik dan hanya akan menghabiskan waktuku sia-sia, tapi aku pun tak tau harus bagaimana agar hal itu tak terulang.

 Tapi hari ini aku lumayan berhasil. Berhasil untuk melawan hasratku untuk membuka jejaring sosial sialan itu. Ku rasa aku bisa mengendalikan semua itu jika aku mau. Sekarang saatnya perubahan. **koq kaya kampanye ya…?** 

Saatnya menunjukan pada diri sendiri saja bahwa tak ada yang tak mungkin jika kita mau. Satu hal yang kupelajari, keberhasilan tersndiri dalam hidup adalah mampu  merubah sesuatu yang sulit tuk diubah. **nyontek kata adek_ku**

Kata orang, setiap orang punya bakat masing-masing. Pertanyaan yang selanjutnya muncul dalam diriku adalah, jika sampai sekarang dengan usia 21 tahun ini, **sudah lumayan tua ternyata**_  aku belum mengetahui bakat apa yang kupunya, apa yang harus kulakukan?? Apa yang harus kugali lagi?? aku memang percaya, setiap orang punya bakat dan prestasi dibidangnya masing-masing, tapi apa yang kupunya??**kurasa aku sedang curhat**_

Tapi seorang motivator besar selalu membuatku hidup, Pak MarioTeguh. Aku sangat kagum padanya. Setiap kata yang beliau ucapkan selalu mengandung arti yang luar biasa. Seperti kata beliau kalo tidak salh seperti ini, “Rencana Tuhan selalu berakhir indah, jadi kalo sekatrang belum indah, itu berarti rencana Tuhan belum berakhir.” Intinya jangan pernah menyerah dan putus asa. Super sekaliii. Semoga beliau sekeluarga selalu diberi berkah oleh-NYA. Amiiien...

Masih banyak ladang prestasi yang dapat digali. Begitu kata seorang mahasiswa UAD. Jadi tak perlu berputus asa karena kegagalan. Karena kemenangan tak selalu berarti manjadi juara. Hakikat kemenagan yang sesungguhnya adalah mampu bangkit disaat kita jatuh.

***Semoga Dia Yang Diatas selalu bersama kami***

Saturday, October 15, 2011

*My beLoved UncLe__



Tiba-tiba aku merasa merindukan sesorang. Hal yang jarang dan hampir tak kurasakan 6 tahun belakangn ini. Rabu pagi sekitar pukul 8.40, setelah kuliah jam pertama selesai aku mengajak salah satu temanku ke kantin kampus. Sambil menuju kantin, seperti biasa aku membuka salah satu akunku dan dikejutkan dengan sebuah pesan yang dituju padaku. Itu pesan dari adik sepupuku. Tersentak aku mendengar kabar bahwa pamanku sedang terbaring lemah dirumah sakit. Lemas tak bertenaga rasanya membaca pesan itu.
Kenapa?? Apa yang terjadi dengan beliau?? Sakit apa?? Serangkaian pertanyaan bergelayutan menyelimuti setiap sudut dinding kantin kala itu. Ternyata 7 hari sudah beliau dirawat di Rumah Sakit Al-Fatah, Ambon. Tak tau apa yang terjadi padanya. Terdengan kabar kaki sebelah kanan beliau mengalami pembengkakan hingga membusuk dan mengakibatkan beliau tidak bisa berjalan.
 Aku jadi tiba-tiba merindukan beliau dan ingin sekali melihat langsung keadaannya. beliau adalah satu-satunya keluarga kandung ibuku yang ku kenali dan kurasakan kasih sayangnya. Mendengar kondisinya seperti itu membuatku mengingat masa lalu bersama beliau. Masa kecil yang begitu sangat dekat dengan beliau. Semasa kecil ketika berusia 6 atau 7 tahun, sering sekali beliau menggendong dan menaruhku di atas pundaknya. Menyenangkan sekali. Aku akan terlihat lebih tainggi dari siapapun. Saat itu aku merasa begitu sangat dekat dengan  beliau. Sampai sekarang pun, kalau aku pulang urusan yang menyangkut ke rumah beliau adalah urusanku. Itu terjadi sejak dulu sampai sekarang.
Bener-bener merindukannya. Ingin pulang dan menatap wajah lelahnya yang semakin hari semakin renta dengan goresan kelelahan diwajahnya. Tidak tau kapan beliau ditinggal meninggal oleh istrinya. Sejak mengenal dunia aku tidak pernah mengenal almarhumah bibiku itu.
Semoga pamanku lekas sembuh dan bisa beraktifitas lagi seperti sedia kala. Amiiieeennn,.....:-)